Admin
Male
Malang
   

<< November 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed










 
Thursday, November 15, 2007
Konsep Dasar OOP [1]
Orientasi objek telah terbukti kelayakannya selama bertahun-tahun dan terbukti pula sebagai pemrograman yang cukup tangguh. OOP merupakan paradigma pemrograman yang cukup dominan saat ini, karena mampu memberikan solusi kaidah pemrograman modern. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa pemrograman prosedural sudah tidak layak lagi.
Oop diciptakan karena sudah dirasakan masih adanya keterbatasan pada bahasa pemrograman tradisional. Konsep dasar dari OOP sendiri adalah semua pemecahan masalah dibagi ke dalam objek. Dalam OOP data dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi satu kesatuan yang disebut Objek. Proses perancangan atau desain dalam suatu pemrograman merupakan proses yang tidak terpisah dari proses yang mendahului, yaitu analisis dan proses yang mengikutinya.
Pembahasan mengenai orientasi objek tidak akan terlepas dari konsep objek seperti inheritance atau penurunan, encapsulation atau pembungkusan, dan polymorphysm atau kebanyangkrupan. Konsep-konsep ini merupakan fundamental dalam orientasi objek yang perlu sekali dipahami serta digunakan dengan baik, dan menghindari penggunaannya yang tidak tepat.
1. Class dan object
Dalam lingkungan pemrogaman berorientasi objek, pemrograman mendefinisikan class secara static. Pada saat runtime, class akan diinstantiasi menjadi objek. Adapun objek yang merupakan instantiasi dari suatu class selalu dapat diacu melalu current objek, apapun nama instant-nya.
Dapat didefinisikan bahwa class merupakan struktur data dari suatu objek, lebih jelasnya adalah sebuah bentuk dasar atau blueprint yang mendefinisikan variable method umum pada semua objek dasar atau blueprint yang mendefinsikan variable method umum pada semua objek dari beberapa macam. Objek sendiri adalah sekumpulan variable dan fungsi yang dihasilkan dari template khusus atau disebut class.
Kiranya cukup penting untuk membedakan antara class dengan objek. Di mana objek adalah elemen pada saat run-time yang akan diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan ketika dieksekusi. Adapun class merupakan definisi static dari himpunan objek yang mungkin diciptakan sebagai instantiasi dari class. Sederhananya adalah kumpulan objek yang mempunyai atribut sama. Dengan demikian, pada saat run-time maka yang kita miliki adalah objek.
2. Inheritance/ pewarisan
Untuk menggambarkan inheritance atau pewarisan di dalam pemrograman, pada saat anda menggunakan kembali atau mengganti method dari class yang sudah ada, serta ketika menambahkan field instant dan method baru, maka pada saat itulah anda bekerja dengan inheritance.
Ada beberapa macam jenis inheritance yang dikenal dalam pemrograman berorientasi objek, diantaranya adalah single inheritance dan multiple inheritance. Dalam single inheritance, sebuah class turunan merupakan class turunan dari sebuah class induk. Adapun pada multiple inheritance, sebuah class turunan mewarisi lebih dari satu class induk (join). Hal ini dapat menimbulkan beberapa persoalan jika ternyata ada fitur di class-class induk yang ternyata konflik, misalnya konflik nama atau body.
Pada hubungan inheritance, sebuah class turunan mewarisi kelas leluhur. Oleh karena mewarisi, maka semua atribut dan method class dari induk akan dibawa,secara intrinsik menjadi bagian dari class anak.

Posted at 01:35 pm by Admin

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry